SEBARKAN SALAM,TANDA BERKASIH SAYANG

Photobucket

Sunday, May 23, 2010

SEBAB-SEBAB IKHTILAT DI LUAR BATAS


Belum mengetahui batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat.
Sudah mengetahui namun belum memahami.
Sudah mengetahui namun tidak mau mengamalkan.
Sudah mengetahui dan memahami, namun tergelincir karena lalai.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan." ( HR.Ahmad)
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, 'Hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya?"
(QS.24: 30)
"Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya?" ( QS.24: 31)
Rasulullah SAW bersabda, "Pandangan mata adalah salah satu dari panah-panah iblis, barangsiapa menundukkannya karena Allah, maka akan dirasakan manisnya iman dalam hatinya.“
Rasulullah saw. Bersabda, "Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandangan yang satu dengan pandangan yang lain. Engkau hanya boleh melakukan pandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah risiko bagimu." (HR Ahmad)

“ Dan apabila kalian meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri nabi) maka mintalah dari belakang tabir (hijab). Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka.” (Al-Ahzab : 53)
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al Isra:32).
KONKLUSI
Ikhtilat adalah fenomena biasa yang tidak terelakkan untuk memenuhi pelbagai keperluan hidup.
Ikhtilat diharuskan dalam batas mana ia tidak menimbulkan fitnah yang boleh mendorong syahwat ke arah menimbulkan keinginan zina atau taqarrub zina.
Keberadaan di khalayak ramai tidak bererti akan mengelakkan fitnah jika kedekatan fizikal dan pandangan mata tidak dikawal.
Lebih buruk lagi jika kedekatan itu mendorong orang lain untuk berani melakukan kemungkaran tanpa segan silu.
Keberadaan ikhwah/akhawat adalah dalam jamaah untuk membentuk sahsiah yang diredhai Allah. Mustahil keredhaan Allah dicapai dengan melanggar batas-batas-Nya.
Jamaah adalah pemangkin kepada pembentukan bi-ah yang solehah. Sedar atau tidak cara ikhwah/akhawat berperilaku menjadi ‘fatwa’ tak rasmi walaupun ia dilakukan di luar ketetapan jamaah.

No comments:

Post a Comment